ULAMA,

POLITIK, DAN 

PEMBINAAN UMAT

RELASI POLITIK DALAM BIDANG DAKWAH MAJELIS ULAMA INDONESIA

 
 

BUKU

ULAMA, POLITIK, DAN  PEMBINAAN UMAT  RELASI POLITIK DALAM BIDANG DAKWAH MAJELIS ULAMA INDONESIA

 

Penulis:

Ozi Setiadi

 

Editor : Ulfah Mey Lida dan Ibnu Muttaqin

 

Cover design: Tim Sinar Jaya Mandiri Kudus

 

 

Harga: Rp 85.000,-

Cetakan I: Oktober 2026

 

Sinopsis 


Tulisan ini mengkaji relasi politik ulama dalam peran Bidang Dakwah MUI Pusat, MUI Jawa Tengah,
dan MUI Sumatera Utara, serta pengaruhnya terhadap pembinaan umat. Ada empat hal yang penulis
sampaikan. Pertama, bentuk relasi politik ulama yang terwujud dalam peran Bidang Dakwah MUI Pusat,
MUI Jawa Tengah, dan MUI Sumatera Utara secara konseptual dapat dilihat dalam dua bentuk, yaitu: (a)
bentuk struktural-formal; dan (b) relasi yang disebut sebagai kultural-informal. MUI pada level Pusat
memiliki kecenderungan relasi yang lebih terlembagakan. Mereka berhadapan langsung dengan kebijakan
negara. Sementara di daerah, MUI Jawa Tengah dan Sumatera Utara, memiliki relasi politik yang
dipengaruhi oleh konfigurasi politik lokal daerah.
Kedua, pola pembinaan yang dijalankan oleh masing-masing memiliki kekhasan tersendiri.
Mekanismenya berbeda, namun tetap memiliki kemiripan yakni mengidentifikasi persoalan umat,
menyusun program dakwah, melaksanakan pembinaan, melakukan koordinasi lintas lembaga, hingga
monitoring dan evaluasi merupakan mekanisme yang seharusnya dan sudah dijalankan.
Ketiga, pengaruh relasi politik ulama terhadap arah, strategi, dan pembinaan umat dapat dilihat dari
dua sisi, yaitu: (a) memperkuat efektivitas dakwah; dan (b) pembinaan umat yang tidak berjalan dalam
ruang hampa, melainkan terus terjadi negosiasi antara otonomi keagamaan MUI dengan tarikan politik dan
kekuasaan, baik di pusat maupun daerah.
Keempat, ulama sebagai aktor moral dan sosial-politik memiliki tanggung jawab dalam menjaga
nilai-nilai etika publik. Posisinya dalam sistem politik Islam tidak pernah netral secara struktural. Ulama,
dalam kerangka siyasah syar’iyah, adalah penjaga otoritas keagamaan sekaligus sebagai aktor yang
berinteraksi dengan kekuasaan (umara).

 

Diterbitkan  

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang 

Isi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak dalm bentuk apapun tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan penulisan artikel atau karangan ilmiah.

 

Penerbit CV. Sinar jaya Mandiri Kudus

Pasuruhan Lor 01/01, Jati, Kudus 

081266374481

 

Tambahkan Teks Tajuk Anda Di Sini